Sabtu lalu aku pergi untuk pulang. Tak biasanya berpikiran untuk pulang bila waktu liburan begitu singkat. Biasanya juga hanya bisa mengeluh malas karena kalau terlalu sebentar di rumah, yang didapat hanyalah lelah. Kali ini tidak. Setelah seminggu awal kuliah dalam semester ini berhasil mengagetkan mental belajar yang masih labil, aku memutuskan untuk mencari jalan pulang dengan segera dan menggebu-gebu.
Keinginan untuk pulang sebenarnya sudah direncanakan hari Jumat. Berharap setelah kuliah sore bisa langsung 'kabur' pulang. Namun keinginan tersebut harus ditunda hingga esok harinya pagi buta, tidak diizinkan karena mencemaskan aku kalau-kalau kelewat lelah perjalanan. Segera booking tiket naik travel di sela-sela waktu pertukaran kuliah hari Jumat, dapatlah jam 7 pagi.
Good morning and goodbye. Semangat pagi. Bangun sebelum azan subuh. Pas azan sudah ready to go. Sholat subuh dulu, baru berangkat. Stop. Kue. Kue buat kakak yang sedari minggu lalu dititipin mama, belum dikasihin. Waduh. Takut kuenya keburu rusak, rencana arah perjalanan dibelokkan sedikit ke kosan kakak. Ingin mampir bentar mengantarkan kue-kue imut ini. Menumpang pada motor tunggangan tukang ojek, jam 6-an sudah sampai di kosan kakak dan merasa misi sudah komplit. Tak lama basa-basi, aku pun melanjutkan perjalanan menuju travel.
Rasanya berseri-seri sepanjang perjalanan. Semangat 45 ingin terus terbangun dalam perjalanan, berusaha keras membuat mata tetap terbuka menerawangi kaca mobil melihat pemandangan di jalan. Gagal. Tak tahu sejak kapan, akibat tertidur, travelnya asal jalan aja melewati pos yang seharusnya. Panik. Aku pun bertanya kepada pak supir.
"Pak, kok nggak turun di shuttle ITC ya pak?"
"Lah, tadi saya tanya, katanya tidak ada yang turun disini", jawab si pak supir. Penumpang lain kepalanya menoleh ke belakang. Siapa gerangan yang tidak menyahut saat ditanya oleh pak supir? Mungkin itu isi kepala mereka.
Omg. Omg. Omg. Jadi kalau aku tertidur sepanjang jalan, aku akan sampai dengan 'bahagia' di Karawaci?!
"Berhenti, Pak!"
Ciiiiit. Mobil berhenti dan pak supir mengerti aku memprotes dengan diam. Dia bukakan saja pintu mobil. Aku keluar dengan muka datar, tetap berterimakasih. Dan dia tetap tidak menyampaikan maaf. Aku ingatnya beli tiket dengan tujuan BSD, tapi kenapa supir ini tidaka ada yang aware dan peduli dengan tiket penumpangnya? Sendu.
Kuhubungi mama untuk menjemput di dekat restoran cepat saji saja. Hari sudah siang dan panas begini sangat mendukung emosi ikut panas.
Tapi di telfon mama bilang, "Cari tempat teduh ya, tunggu mama".
Tak jadi emosi.
Aku pun berjalan kaki, berharap restoran cepat saji itu buka. Aku belum sarapan, sepanjang jalan menahan lapar. Sampai di depan restoran, tersentak. Omg. Lagi. Restoran itu antara sedang direnovasi besar-besaran atau pindah sekaligus. Karena logo berwarna kuning yang membentuk huruf 'M' dengan sudut melengkung, tidak ada di atas gedung lagi. Sendu dan lapar. Perutku bernyanyi sendu ibarat sedang mengemis minta dikasihani.
Aku tak punya tempat berteduh lain selain pohon kecil ini. Tadinya mau di bawah jembatan penyeberangan, tapi terlalu ramai oleh angkutan kota. Sambil menunggu mama, aku keluarkan buku bacaan, barangkali bisa mengalihkan sedikit kejenuhan.
Yes. Mama datang. Senang. Riang. Gembira. Hore!
Senangnya tidak sampai disitu. Mama menawarkan stir mobil, berharap juga aku bisa menanganinya dengan baik. Maklum belum bikin SIM. Skill nyetir juga baru sedikit. Alhamdulillah setelah sampai rumah langsung bertemu keluarga, bahagia yang diincar semenjak dari Bandung, akhirnya tercapai juga. Penat yang bertumpuk-tumpuk di kepala perlahan menguap.
Waktu yang banyak dihabiskan bersama keluarga justru di luar rumah. Tapi tak mengapa. Home is where my family are. Sudah kupegang kata-kata itu semenjak hidup pindah-pindah dulu. Memang, bila aku di rumah dalam keadaan kosong tak ada keluarga, rasanya tidak ada gunanya.
Waktu cepat berlalu. Sampailah aku di travel lagi di hari Minggu. Wow. Waktu sangat cepat! Sudah dijadwalkan siang pukul 13.15 WIB. Perjalanan serasa lebih ringan dibandingkan sewaktu berangkat ke Jakarta. Lega. Memang perjalanan ini hanya sebentar, tak banyak acara yang begitu menggugah. Tapi itu yang kubutuhkan. Sudah cukup membahagiakan. Ditambah lagi kunjungan kakak saat di Bandung, ditemani hingga hampir akhir hari sambil makan sate padang yang super lezat.
Sekarang aku bisa merasakan, I'm home, here and there. I'm home, somehow..
Senin, 10 September 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
sate padaang xD
hehehe..enak kan? xD
Posting Komentar