Rabu, 31 Oktober 2012

Tergugah Denting

Denting itu terdengar
dalam sunyi, suara itu datang
dari kecil hingga terdengar sangat keras
memekakkan telinga
memekakkan pikiran
Denting itu menggaung
berputar dalam dunia kepala
memantul keras
membuat tubuh kaku
mata terpicing, dahi mengkerut

Jumat, 26 Oktober 2012

Singkat, tapi nggak juga

Waktu singkat, nyimak singkat, masuk singkat..
Setelah tidur balas dendam dengan total 10 jam sedari pukul 20.00 sampai 06.00 pagi, badan yang masih lesu ini beranjak bangun dan dengan kecepatan kilat bersiap mandi dan membawa seperengkat alat sholat menuju lapangan parkir RSGM Sekeloa. Sempat terjatuh dari tempat tidur karena kaki kiri ternyata masih mati rasa, jadi melantai agak 5 menit. Belum juga memutuskan pakaian yang dipakai dan berberes kamar. Ujung-ujungnya pakai baju santai saja dan kamar ditinggal berantakan. Yah, daripada telat atau mungkin nggak dapat sholat Id, mending ditinggal dulu. Dari kosan langsung jalan cepat ke lapangan. Jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 100 meter. Jalan 1 sampai 2 menit juga sampai. Sambil jalan baru teringat nggak bawa koran. Suara hati bilang, biar aja yang penting datang saja dulu ke lapangan. Dan benar, sampai di lapangan ketemu teman kampus yang juga sendirian. Aku duduk sebelahnya beralaskan tas jinjing yang di atasnya dibentang sajadah sholat. Ibu-ibu sebelahku melihat aku tidak membawa koran dan langsung menawarkan untuk memakai korannya yang tidak ia pakai. Alhamdulillah, dengan senang hati ku terima. Dengan ekspresi bahagia, aku berdiri lagi dan memasangkan koran di bawah sajadah. Barulah tak lama setelah itu, sholat Id dimulai dan aku segerakan memakai mukena. A very nice pray since there are no children running around without their moms' company.
Setelah sholat 2 rakaat itu, aku mendengarkan kutbah. Tidak terlalu jelas karena posisi berjauhan dengan speaker. Bahkan aku tak tahu dimana letak speaker. Hanya sedikit yang dapat kudengar, yaitu tentang kisah nabi Ibrahim. Kemudian ada sedikit yang menyinggung soal jabatan. Ini menarik, karena disini aku merasa tertohok. Ceramah yang tepat untuk diberikan kepadaku di waktu yang tepat pula.
Ada sebuah cerita yang mengisahkan seorang teman Rasulullah SAW mempertanyaan beliau mengapa ia tidak mendapatkan suatu jabatan. Rasulullah SAW menjawab, mengap atak dapat jabatan? Wahai sahabat, engkau begitu lemah, bagaimana engkau dapat memegang jabatan itu? Maksud dari kisah singkat ini, suatu jabatan bukanlah titel yang gampang didapat dan dipertanggungjawabkan. Ya, tanggung jawab. Itulah yang tuntutan dari sebuah jabatan, bila didapat, maka harus amanah. Jabatan itu dapat memberikan pahala, dapat juga memberikan dosa. Sehingga kita juga harus berhati-hati dalam memilih memegang suatu tanggung jawab. seseorang denga jabatan harus bekerja sebaikmungkin untuk memenuhi tugasnya dalam memegang suatu jabatan. Sehingga kehadirannya dapat terasa bermanfaat bagi orang lain dan bukan merugikan siapapun dan pihak manapun.
Terbayang olehku amanah-amanah yang banyak ku pegang. Sedikit menyesal menyadari kerakusan diri mengikuti berbagai kegiatan. Orang boleh bilang aktif, tapi menurutku, sekarang tidak efektif. Menjadi seseorang multi talenta memang impianku. Multi-tasking pun wajib ku jalani sebagai pilihan hidup sebagai mahasiswi. Begitu banyaknya sehingga aku hampir lupa diri dengan amanah-amanah yang kupegang. Sedih rasanya. Tanpa tolak ukurapapun aku juga tau bahwa diri ini sudah miss dengan banyak hal penting dalam proses kerja. Dari yang besar, hingga yang kecil. Lambat laun kelalaian itu mulai membuahkan hasil negatif. Kinerja yang tidak memuaskan, reminder dengan pesan pengingat 'tajam', hasil akhir yang menggantung, ketiadaan diri untuk hadir sebagai pemegang amanah. Sungguh menyedihkan.
Aku tau ceramah itu untuk semua umat yang berada di lapangan. Tetapi juga terasa seperti khusus buatku. Alhamdulillah, mungkin juga teguran langsung dari Allah SWT. Kutbah yang simple namun tepat buatku. Another different day of Eid. Perubahan.Perubahan. Perubahan.
Harus merapikan kembali kegiatan sehari-hari dan merapikan diri untuk bersikap lebih dewasa, lebih professional. Boleh jadi seseorang multi talenta, tapi bukan mengabaikan segala kegiatan yang sudah ada. Bila memiliki amanah itu, kudu wajib harus banget pisan sekali, it's a must, bertanggung jawab sepenuh hati untuk menjalankan amanah tanpa rem berhenti.
Untuk teman-teman yang membaca, semoga dapat mengambil hikmah. Untuk yang berlalu jangan hanya sekedar berlalu, tetapi diambil pelajaran untuk menjadi pribadi lebih baik ke depannya. Cukup aku yang jatuh di lubang perangkap ini, semoga teman-teman lebih berhati-hati dalam melangkah. Aku sedang mendaki kembali membuat tangga yang lebih kokoh untuk mencapai pribadi bintang lima. Haha!
Canggih ya. Ayo kejar mimpi dan menjadi orang yang lebih baik jiwa dan raga.

Oiya, kalau untuk menjadikan raga lebih baik dan sehat, teman yang ada di Bandung bisa ikutan lari bareng IndoRunners! Hahaha (nambah temen)...kalau saya milih ikutan lari pas weekend ke Sabuga. Kalau ada yang mau join, datang langsung ke lokasi biasanya jam 6.30 wib.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah. Semoga berkah, kurbannya diterima, ibadahnya diterima, dan pantang menyerah untuk merubah diri menjadi lebih baik..Aamiin

Kamis, 11 Oktober 2012

Skyfall - Adele lyrics


This is the end
Hold your breath and count to ten
Feel the earth move and then
Hear my heart burst again
For this is the end
I've dreamed and dreamed this moment
So overdue, I owed them
Swept away, I'm stolen

Let the sky fall, when it crumbles
We will stand tall
And face it all together
Let the sky fall, when it crumbles
We will stand tall
And face it all together
At sky fall
That sky fall

Skyfall is where we start
A thousand miles and poles apart
Where worlds collide and days are dark
You may have my number, You can take my name
But you'll never have my heart
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/a/adele/skyfall.html ]
Let the sky fall, when it crumbles
We will stand tall
And face it all together
Let the sky fall, when it crumbles
We will stand tall
And face it all together
At sky fall

(Let the sky fall, When it crumbles, We will stand tall)

Where you go I go
What you see I see
I know I'd never be me without your security
Of your loving arms keeping me from harm
Put your hand in my hand and we'll stand

Let the sky fall, when it crumbles
We will stand tall
And face it all together
Let the sky fall, when it crumbles
We will stand tall
And face it all together
At sky fall

Let the sky fall
We will stand tall
At sky fall

Adele Youtube video of this song

Senin, 10 September 2012

Seconds in Time

Bagaimana perasaanmu saat melihat jarus detik terus berjalan, terutama pada jam tanganmu? Menyenangkan? Terlalu lambat? Atau cepat? Membuatmu tegang? Membuatmu bosan? Banyak yang dirasa. Padahal kita semua tahu, itu hanyalah jarum detik yang digerakkan motor kecil, sebuah mesin berbaterai. Kecil, namun sangat berarti bagi makhluk-makhluk bumi ini, terutama manusia. Setiap detik, tentu ada sebuah kisah.

"Clock" , Sumber: dokumentasi pribadi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku tak habis pikir, tak dapat mengerti. Nasib hidupku berujung sedih. Mungkin, hanya beberapa detik saja sisa waktu yang kupunya. Setiap detiknya juga dapat kurasakan detak jantungku yang melambat. Pandanganku hanya samar-samar. Sedikit bisa mengintip, orang banyak berlarian, sepertinya ribut, aku tak tahu pasti. Lampu merah biru berkedip-kedip di dekatku dan badanku seperti melayang. Sungguh aku berharap bahwa aku bisa terbang, tapi ternyata aku diangkut masuk ke dalam kendaraan berlampu merah biru itu, ternyata sebuah ambulance. Nafasku tak teratur. Jantungku juga tidak. Tidak ada yang teratur. Tubuhku sudah bersimbah cairan merah dan merasa sangat lemah. Aku tak dapat bergerak. Aku hanya bisa merasakan sakitnya.
- Sakit -

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku begitu riang dengan semua ini. Bahagia, senang, happy, excited, semuanya deh! Ibu pulang bertugas dari Singapura akhirnya. Semenjak kemarin malam setelah mendapat berita ibu mau pulang, aku senyum sumringah gak karuan gak tertahankan. Kesana-kemari juga sambil jingkrak-jingkrak. Ayah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkahku yang kekanak-kanakan. Aku sudah tak peduli, walau usiaku sudah kepala 2, aku hanya ingin cepat bertemu Ibu. Rasanya sudah hampir 5 tahun Ibu meninggalkan kami di tanah air. Kata Ayah, Ibu adalah orang penting dalam penyelamatan dunia. Aku tak terlalu mengerti bagaimana Ibu menyelamatkan dunia tanpa baju tentara atau tanpa kegiatan menanam pohon. Terakhir kali aku mendapat kiriman video Ibu sedang kerja, yang kulihat hanyalah Ibu berbicara di depan orang banyak. Meja ditengah itu bentuknya melingkar mengelilingi semua pendengarnya yang siap berebut ingin cerita seperti Ibuku. Tidak bisakah mereka bersabar? Biasa pada akhir bahasan akan diakhiri dengan tepuk tangan, hanya bagian itu yang kusuka. Selainnya, mengerti bahasa bule saja tidak. Jadi, tak bisa aku putuskan bahwa aku menyukai pekerjaan Ibu atau tidak.

Senang sekali, sebentar lagi, pukul 12.45 pesawat akan turun di bandara ini dan Ibu akan melangkah keluar dari pintu 'kedatangan'. Baju rapi, rambut tersisir, bunga untuk Ibu, cek! cek! cek! Di kepalaku membayangkan checklist yang sudah komplit. Sempurna. Sebentar lagi, beberapa detik lagi.
- Sebentar lagi -

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

bersambung...

I'm Home, Somehow

Sabtu lalu aku pergi untuk pulang. Tak biasanya berpikiran untuk pulang bila waktu liburan begitu singkat. Biasanya juga hanya bisa mengeluh malas karena kalau terlalu sebentar di rumah, yang didapat hanyalah lelah. Kali ini tidak. Setelah seminggu awal kuliah dalam  semester ini berhasil mengagetkan mental belajar yang masih labil, aku memutuskan untuk mencari jalan pulang dengan segera dan menggebu-gebu.

Keinginan untuk pulang sebenarnya sudah direncanakan hari Jumat. Berharap setelah kuliah sore bisa langsung 'kabur' pulang. Namun keinginan tersebut harus ditunda hingga esok harinya pagi buta, tidak diizinkan karena mencemaskan aku kalau-kalau kelewat lelah perjalanan. Segera booking tiket naik travel di sela-sela waktu pertukaran kuliah hari Jumat, dapatlah jam 7 pagi.

Good morning and goodbye. Semangat pagi. Bangun sebelum azan subuh. Pas azan sudah ready to go. Sholat subuh dulu, baru berangkat. Stop. Kue. Kue buat kakak yang sedari minggu lalu dititipin mama, belum dikasihin. Waduh. Takut kuenya keburu rusak, rencana arah perjalanan dibelokkan sedikit ke kosan kakak. Ingin mampir bentar mengantarkan kue-kue imut ini. Menumpang pada motor tunggangan tukang ojek, jam 6-an sudah sampai di kosan kakak dan merasa misi sudah komplit. Tak lama basa-basi, aku pun melanjutkan perjalanan menuju travel.

Rasanya berseri-seri sepanjang perjalanan. Semangat 45 ingin terus terbangun dalam perjalanan, berusaha keras membuat mata tetap terbuka menerawangi kaca mobil melihat pemandangan di jalan. Gagal. Tak tahu sejak kapan, akibat tertidur, travelnya asal jalan aja melewati pos yang seharusnya. Panik. Aku pun bertanya kepada pak supir.

"Pak, kok nggak turun di shuttle ITC ya pak?"

"Lah, tadi saya tanya, katanya tidak ada yang turun disini", jawab si pak supir. Penumpang lain kepalanya menoleh ke belakang. Siapa gerangan yang tidak menyahut saat ditanya oleh pak supir? Mungkin itu isi kepala mereka.

Omg. Omg. Omg. Jadi kalau aku tertidur sepanjang jalan, aku akan sampai dengan 'bahagia' di Karawaci?!

"Berhenti, Pak!"

Ciiiiit. Mobil berhenti dan pak supir mengerti aku memprotes dengan diam. Dia bukakan saja pintu mobil. Aku keluar dengan muka datar, tetap berterimakasih. Dan dia tetap tidak menyampaikan maaf. Aku ingatnya beli tiket dengan tujuan BSD, tapi kenapa supir ini tidaka ada yang aware dan peduli dengan tiket penumpangnya? Sendu.

Kuhubungi mama untuk menjemput di dekat restoran cepat saji saja. Hari sudah siang dan panas begini sangat mendukung emosi ikut panas.

Tapi di telfon mama bilang, "Cari tempat teduh ya, tunggu mama".

Tak jadi emosi.

Aku pun berjalan kaki, berharap restoran cepat saji itu buka. Aku belum sarapan, sepanjang jalan menahan lapar. Sampai di depan restoran, tersentak. Omg. Lagi. Restoran itu antara sedang direnovasi besar-besaran atau pindah sekaligus. Karena logo berwarna kuning yang membentuk huruf 'M' dengan sudut melengkung, tidak ada di atas gedung lagi. Sendu dan lapar. Perutku bernyanyi sendu ibarat sedang mengemis minta dikasihani.

Aku tak punya tempat berteduh lain selain pohon kecil ini. Tadinya mau di bawah jembatan penyeberangan, tapi terlalu ramai oleh angkutan kota. Sambil menunggu mama, aku keluarkan buku bacaan, barangkali bisa mengalihkan sedikit kejenuhan.

Yes. Mama datang. Senang. Riang. Gembira. Hore!
Senangnya tidak sampai disitu. Mama menawarkan stir mobil, berharap juga aku bisa menanganinya dengan baik. Maklum belum bikin SIM. Skill nyetir juga baru sedikit. Alhamdulillah setelah sampai rumah langsung bertemu keluarga, bahagia yang diincar semenjak dari Bandung, akhirnya tercapai juga. Penat yang bertumpuk-tumpuk di kepala perlahan menguap.

Waktu yang banyak dihabiskan bersama keluarga justru di luar rumah. Tapi tak mengapa. Home is where my family are. Sudah kupegang kata-kata itu semenjak hidup pindah-pindah dulu. Memang, bila aku di rumah dalam keadaan kosong tak ada keluarga, rasanya tidak ada gunanya.

Waktu cepat berlalu. Sampailah aku di travel lagi di hari Minggu. Wow. Waktu sangat cepat! Sudah dijadwalkan siang pukul 13.15 WIB. Perjalanan serasa lebih ringan dibandingkan sewaktu berangkat ke Jakarta. Lega. Memang perjalanan ini hanya sebentar, tak banyak acara yang begitu menggugah. Tapi itu yang kubutuhkan. Sudah cukup membahagiakan. Ditambah lagi kunjungan kakak saat di Bandung, ditemani hingga hampir akhir hari sambil makan sate padang yang super lezat.

Sekarang aku bisa merasakan, I'm home, here and there. I'm home, somehow..

Rabu, 05 September 2012

Kosong

Selembar kertas kosong. Dilipat. Dilempar. Tertiup angin. Dengan langit biru dan matahari di belakangnya membuat kertas ini terlihat berwarna hitam. Sesekali kertas ini melayang menutupi cahaya matahari. Terbang tinggi dan turun lagi. Terus saja ia jatuh, pasrah pada keadaan.


Tibalah si kertas kosong di atas atap sebuah rumah. rumah yang dahulu ia tempati. Sebagai kertas, ia hanya bisa mengingat. Sebelumnya, tak begitu lama, ia tidur bertumpukan bersama 499 lembar saudaranya. Terbungkus rapi dan elegan, berbahan plastik yang memiliki merk terkenal. Lahir dari pabrik kertas paling laku di kota. Bahkan saudara jauhnya juga tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan. Sangat hebat rasanya menjadi kertas, pikirnya.

Satu yang hampir ia lupakan. Orangtuanya. Tentulah bukan pabrik, pabrik hanya sekolah baginya. Lupa apakah ia datang dengan sukarela atau dengan paksa. Sambil menyusuri masa lalu, si kertas kosong mendapati dirinya dahulu dalam keadaan gelap gulita dan sedikit cahaya. Cahaya kecil yang semakin lama semakin besar. Dari cahaya yang menyenangkan menjadi cahaya yang menakutkan.

Sungguh aneh bagi selembar kertas yang bersedih, ingin menangis tapi tak bisa. Namun cuaca mengerti hatinya. Saat itu juga awan gelap muncul. Sedikit gemuruh terdengar seperti mencurahkan geramnya isi hati si kertas. Lalu turunlah hujan. Gerimis. Dan hujan lebat.

Manusia sahabatnya. Pikirnya. Tapi itu dulu.

Cucu dan cicitnya manusia itu tak lagi peduli pada keluarga besar kertas. Kalau saja ayah, ibu, kakek, nenek, dan moyangnya si kertas tau masa depannya akan begini, pasti manusia sudah dimusuhi. Tapi sekarang yang hidup tersisa hanya sedikit. Sekarang hanya bisa mengandalkan alam untuk memusuhi manusia. Pohon, ya, pohon orangtua dari si kertas kosong.

Kertas kosong yang kesepian. Cukup tau. Masih mungkinkah manusia masih sayang padanya dan keluarganya yang tersisa? Ada. Sedikit. Komunitas pencinta lingkunganlah yang berhasil menyelamatkan beberapa orangtua dan saudaranya. Semoga seluruh manusia saja yang jadi pecinta lingkungan, pikirnya. Kalau tidak, sepertinya tidak ada masa depan yang baik, buat keluarga besar si kertas kosong ataupun manusia itu sendiri.

Lirik : My Favorite Things


Raindrops on roses and whiskers on kittens

Bright copper kettles and warm woolen mittens
Brown paper packages tied up with strings
These are a few of my favorite things

Cream colored ponies and crisp apple streudels
Doorbells and sleigh bells and schnitzel with noodles
Wild geese that fly with the moon on their wings
These are a few of my favorite things

Girls in white dresses with blue satin sashes
Snowflakes that stay on my nose and eyelashes
Silver white winters that melt into springs
These are a few of my favorite things

When the dog bites
When the bee stings
When I'm feeling sad
I simply remember my favorite things
And then I don't feel so bad

(Maria - Sound of Music lyrics)


Sumber: http://happythoughtstoday.blogspot.com/2007/09/my-favorite-things.html

Selasa, 04 September 2012

3 WORDS, katanya..

Aku baru nemu ada posting menarik dari FBnya Tango Wafer Renyah. Sumber aslinya unknown, somewhere out there lah. Jadi, katanya, first 3 words yang kita temuin dari tekateki mencari kata di gambar berikut ini , merupakan 3 things yang menggambarkan diri kita masing-masing yang menemukan. True or false? No..no...ini just for fun! Sejauh yang aku temukan disini kata-kata yang baik. Selamat bermain^^

Aku pergi ke kantin dan melihat lautan wajah tak dikenal

Hari ini tak lain adalah hari kedua kuliah , again, di Kampus FKG Jatinangor tercinta. Beruntung pas hari pertama kuliah, langsung out, pergi makan di luar kampus. Biasa, katanya kita AGJ(Anak Gaul Jatos) enath siapa pencetusnya minta dicubit-cubit. Anyway, di kampus itu seberes kuliah dengan muka kelaperan beranjak ke arah kantin, setop ( baca : stop ) sebentar buat ngisi laper ibadah, baru abis tu ke kantin buat perut.

Jalan selowmosyen naik tangga diitung satu dua tiga empat lima enem tujuh delapan sembilah sepuluh
Belok. Daaaaaaan, DUAR!PYAR!JESs!!Gubrak!!

Kantin siang ini penuh..peeenuuuh kayak stasiun. Terus ibu-ibu yang jualan di kantin sibuknya kayak orang jualan tiket, calon penumpangnya galau antara ngantri atau rebutan. Yang jelas semua orang kelaparan. Yang nggak jelas, itu siapa semua??? YES. Lautan wajah yang tak dikenal. Kalau itu mahasiswa dari fakultas tetangga sih ya bisa dilihat perbedaannya dari pakaian kuliahnya, tapi kali ini orang-orangnya sama dengan FKG. What I had in mind, FKG angkatan baru 2012. Berhubung belum ada ketemu langsung dengan 2012 sepulang KKN, ya kemungkinan besar sih bener. Hahaa

Tenang, dapet makan siang kok akhirnya, ambil prasmanan aja yang praktis dan hemat. Lumayan enak. Keunggulan kantik FKG emang top markotop. Tingkatkan prestasi kulinermu wahai kantin FKG. Semoga dipertimbangkan juga tempat makan yang diperluas atau penambahan meja makan nantinya, karena, laris manis buu^^

Me. On my way to 'writing' hobby.

Halo. Selamat malam dunia per-blog-an. Sama dengan orang-orang yang awalnya punya blog untuk tugas sekolah atau sekedar pengen punya aja terus nggak tau mau diapain, dan ternyata diujung-ujungnya, tiba-tiba, kepengen nulis. Tulis...tuuliiissss... TTUUULLLIIIISSSSS!!!!!(stres mulai nulis)

Biasanya ada sambutan, "Hai blog!(atau panggilan lainnya) Sorry udah lama nggak nulis( atau sejenisnya)". Jadi, bener atau enggak? enggak atau bener? bener-bener enggak? atau enggak-enggak bener?
(jawab untuk diri sendiri: enggak penting deh)
Hahaha> menghibur diri>abaikan.

Here I am, writing on my own blog again, finally. Berlatarkan musiknya soundcloud.com/skrillex, aneh bon ajaib ngalir aja sambil angguk-angguk kepala. Mantep yak. Skrillex ini yaa, musiknya ajep-ajep yang paling bisa didengerin dan paling ngetop dalam dunia per-dj-an (kata aku, apa lo? haha). Referensinya diri sendiri yang ngotot dan lagi tutup kuping pendapat orang lain tentang si doi skrillex. Karya atau pun remixnya itu jenius, sampe pas nonton film Total Recall yang terbaru (pemainnya Colin Farrell) muncul lagunya skrillex. Lupa yang judulnya apa tapi tau banget karena sebelum nonton pun juga lagi rajin dengerin skrillex.

Where have I been?

The real world.

Masih ada sisa real world kok di dunia palsu ini. Rutinitas fave pertahun seperti acara 17an (walau cuma masang bendera dan hormat beberapa detik,miris), terus persiapan acara lebaran dan lebaran itu sendiri yang berhari-hari. Alhamdulillah ya acara maaf-maafan emang bikin hati sejuk, serasa bener-bener abis dah dosa dimaapin semua orang. Haha. Tambah oke lagi sama makanan enak dimana-mana. Siapa sih yang nggak setuju dengan itu ^^

Gak kalah seru itu masa-masa aku mesti pergi KKN (kuliah kerja nyata) ke Tasik, Pancatengah, Desa Tawang. Bisa cekidot deh blog bersama teman-teman KKN di link ini http://kknmtawang2012.wordpress.com/. Udah aja itu blog simple singkat padat cukup buat nyelesaiin tugas blog dari kampus. Hehe. Banyak sebenarnya hal-hal kecil yang terkenang di Desa Tawang ini bersama teman-teman. Cuma ya karena itu blognya bersifat formal, kita masukin yang seperlunya aja. Kenangannya itu, PRICELESS! Ya namanya pengalaman ya, nggak akan bisa didapat dengan sekedar duit. Di-treasure bangetlah itu semua kenangan. Yah minta maap juga deh buat temen-temen yang sudah direpotkan, mau direpotkan, dengan ikhlas maupun terpaksa. Alhamdulillah sesuatu *gubrak

Singkat, padat, simple, beres. Suka banget :)

Sekian xD