Alhamdulillah. Telah datang kepada kita sekali lagi, bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Tentu bulan penuh kebaikan ini juga harus kita kejar, bukan hanya berdiam diri dan bermalas-malasan. Kita sebaiknya meninggalkan segala bentuk perselisihan. Berdoa agar dapat melaksanakan puasa dan sholat dengan baik. Mempersiapkan diri dengan amal-amal kebaikan, menjauhi amalan yang dapat menjadikan puasa terasa berat. Hal yang penting juga adalah mempelajari hukum-hukum seputar Ramadhan. Dalam tulisan ini saya share beberapa hal yang perlu kita persiapkan di bulan Ramadhan agar dapat memenangi bulan ini dengan pribadi yang lebih baik.
Perlu diketahui bahwa wajib untuk berpuasa di bulan Ramadhan bagi muslinm yang telah baligh dan berakal. Diwajibkan untuk membayar atau mengganti atau mengqadhakan puasanya bagi yang meninggalkan puasa atau ia akan berdosa.
Niat merupakan syarat sah dilakukan untuk memulai puasa di bulan Ramadhan. Tidak terdapat perintah untuk melafalkannya secara langsung, namun perlu melakukannya dalam hati. Dan setiap malamnya, lebih diutamakan untuk memperbaharui niat berpuasa tersebut. Berikut penjelasan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengenai niat berpuasa.
Niat berpuasa bulan Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu sauma ghodin a'daai fardhi syahri romadhoona hadzihissanatillahi ta 'aala"
Artinya: Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.
Bagi yang lupa, segera melakukan niat puasa agar puasanya sah.
Semoga bermanfaat ^^
Perlu diketahui bahwa wajib untuk berpuasa di bulan Ramadhan bagi muslinm yang telah baligh dan berakal. Diwajibkan untuk membayar atau mengganti atau mengqadhakan puasanya bagi yang meninggalkan puasa atau ia akan berdosa.
Niat merupakan syarat sah dilakukan untuk memulai puasa di bulan Ramadhan. Tidak terdapat perintah untuk melafalkannya secara langsung, namun perlu melakukannya dalam hati. Dan setiap malamnya, lebih diutamakan untuk memperbaharui niat berpuasa tersebut. Berikut penjelasan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengenai niat berpuasa.
كُلُّ مَنْ عَلِمَ أَنَّ غَدًا مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ صَوْمَهُ فَقَدْ نَوَى صَوْمَهُ سَوَاءٌ تَلَفَّظَ بِالنِّيَّةِ أَوْ لَمْ يَتَلَفَّظْ . وَهَذَا فِعْلُ عَامَّةِ الْمُسْلِمِينَ كُلُّهُمْ يَنْوِي الصِّيَامَ
Artinya :Jadi, niat berpuasa dapat dilakukan di awal bulan Ramadhan sebelum memulai puasa, baik saat setelah sholat tarawih pertama dan atau saat makan sahur, asal sebelum masuk subuh pertama bulan Ramadhan.Bila terpotong di tengah bulan tidak berpuasa, maka bila akan berpuasa lagi harus niat berpuasa lagi.
“Setiap orang yang tahu bahwa esok hari adalah Ramadhan dan dia ingin berpuasa, maka secara otomatis dia telah berniat berpuasa. Baik dia lafalkan niatnya maupun tidak ia ucapkan. Ini adalah perbuatan kaum muslimin secara umum; setiap muslim berniat untuk berpuasa.” (Majmu’ Fatawa, 6:79)
Niat berpuasa bulan Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu sauma ghodin a'daai fardhi syahri romadhoona hadzihissanatillahi ta 'aala"
Artinya: Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.
Bagi yang lupa, segera melakukan niat puasa agar puasanya sah.
Semoga bermanfaat ^^