Kamis, 14 April 2016

Ungkap #sipuisi 1


Sebuah puisi dikumpulkan dari bermacam kisah. Diantara aku pilih dimana mood itu hadir , kemudian mengemasnya dalam lukisan antah berantah. Mengikat makna, mengikat pembaca, memeluknya, menelannya kalau bisa. Tulisan ini ku persembahkan untuk para perasa yang tak pandai mengungkapkan. Aku bukan segitu pandainya, tapi aku menikmati cara ku menyampaiakan. Sekalipun bukan kisahku yang kulantunkan, aku merasakan setiap detak dari degup puisiku. Iya, puisiku hidup, dalam jiwa para pembaca yang berhasil menangkap apalah arti beberapa bait yang kutumpahkan.

Telah terkumpul 11 puisi bergambar tak berjudul pada akun Instagram. hanya tagar #sipuisi yang kusematkan untuk sekedar menandakan puisi karyaku untuk mudah dicari. Bersiap mulai ada orang yang sembarang menggunakan tagar tersebut, aku juga siapkan akun instagram untuk #sipuisi, nanti akan muncul.

Puisi pertama yang kubuat berlatarkan suasana berkabut di pagi hari yang dingin. Gambaran menunduk menampilkan seseorang yang mungkin saja cuma memerhatikan langkahnya, bisa juga sedang berfikir. Apa yang bisa pembaca dapatkan dari puisi di atas?

"Menumpuk risau untuknya. Dan aku tinggal menunggu patah" -srikandiip-

Semua punya pendapatnya masing-masing. Ini yang sebenarnya ingin kusampaikan.
Kisah seseorang dalam puisi ini bisa sedih, bisa juga tidak. Suasana memang membawa kepada sendu, tapi ini tergantung dari keinginan setiap pembaca. Ini sebuah pengorbanan. Seseorang itu mau menanggung permasalahan orang lain yang kemungkinan besar pengaruh sayang atau tanggung jawab yang ia pegang. Dan saat patah tak selalu karena kesalahan orang lain, bisa juga karena waktu yang telah habis. Pengorbanan ini bisa tentang cinta monyet, bisa juga cinta sejati. Pilihan ini, sekali lagi, tergantung keinginan pembaca. Kalau yang kulihat, puisi ini indah dalam kerapuhan. Ibarat 'tulus' yang selalu diremehkan, tapi ia murni dan indah. Siapa yang tau? Kadang apa yang pembaca pilih adalah apa yang ada pada dirinya sendiri.

Ikuti update puisi di instagram @srikandiip

Rabu, 06 April 2016

Why do we save money?

Berhemat bukan untuk hidup kaya orang susah. Justru hidup kaya, orang lain yang susah. I'm not praying for the negative part, tapi cuma mau menggeser kalimat orang- orang yang meremehkan berhemat.

If you live in the age of 20ies, you should consider your assets for old age. Apakah kita sudah menyelamatkan diri kita di masa depan dengan berhemat pembelian air kemasan dengan harga lebih murah? Seberapa pengaruh? Kita mulai memetakan hidup baru setengah2 dan sementara pengeluaran2 terbesar ada di depan mata oleh keinginan sesaat, barang lucu tapi tak dibutuhkan atau tak dipakai atau bukan prioritas, bahkan belum terfikirkan untuk menyelamatkan diri hari tua, masih jauh dari sana.
Bayangkan, sekali sehari membeli air putih kemasan sebotol yang harganya lebih hemat 1000 rupiah. 1000 rupiah lebihnya kita putuskan untuk ditabung hari demi hari.
Sebulan, 30.000rupiah.
Setahun, 356.000rupiah.
Hari tua mungkin usia 70tahun - usia sekarang 25 tahun = 45tahun.
356.000 x 45 = 16.425.000rupiah.

Cukup kah?
Iya mungkin sebagian ada yang belum mulai kerja dan menganggap hal ini tidak akan mungkin. Well, you don't know how long your future job can save you also. Jadi penghematan 1000rupiah pun penting untuk mulai diaktifkan.

Invest or make saving plans.

Senin, 04 April 2016

I can't really cope with my own plans didn't I? But I always try to do something for it, to make me stay and keep logging in, really really write.

I did some random things.
I helped a friend from his company.
I helped myself to regain my fit weight and body.
I helped myself from being sane through writing, I didn't post them anywhere but my own notes in my cell phone.
I helped my own homework and tried my best to help my patients also.
Looks like I'm just wondering around and still looking what fits me best.
I do still run to, part of my workouts for losing weight. I actually started my own program for myself (isn't that kinda sad? But I don't bother myself, I just want some improvements from myself first) But the thing is, I tried to keep posting those workouts and improvements. Tomorrow will set on 2 weeks since the first day I started. And I'm quite happy of how I am today.
And as for clinic works, I did too have some improvements. I need to find better excuses and reasons to love my work. Or at least make plans in details and deadlines to keep me awake and on fire.

Hope things gonna work great in the end.

Truth is, I'm just here being human.
And I thought helping this nation is just one goal.
Thinking of how I could do all this wishes come true before I turn 30.
I need magic of self confidence. Ha ha!