Berhemat bukan untuk hidup kaya orang susah. Justru hidup kaya, orang lain yang susah. I'm not praying for the negative part, tapi cuma mau menggeser kalimat orang- orang yang meremehkan berhemat.
If you live in the age of 20ies, you should consider your assets for old age. Apakah kita sudah menyelamatkan diri kita di masa depan dengan berhemat pembelian air kemasan dengan harga lebih murah? Seberapa pengaruh? Kita mulai memetakan hidup baru setengah2 dan sementara pengeluaran2 terbesar ada di depan mata oleh keinginan sesaat, barang lucu tapi tak dibutuhkan atau tak dipakai atau bukan prioritas, bahkan belum terfikirkan untuk menyelamatkan diri hari tua, masih jauh dari sana.
Bayangkan, sekali sehari membeli air putih kemasan sebotol yang harganya lebih hemat 1000 rupiah. 1000 rupiah lebihnya kita putuskan untuk ditabung hari demi hari.
Sebulan, 30.000rupiah.
Setahun, 356.000rupiah.
Hari tua mungkin usia 70tahun - usia sekarang 25 tahun = 45tahun.
356.000 x 45 = 16.425.000rupiah.
Cukup kah?
Iya mungkin sebagian ada yang belum mulai kerja dan menganggap hal ini tidak akan mungkin. Well, you don't know how long your future job can save you also. Jadi penghematan 1000rupiah pun penting untuk mulai diaktifkan.
Invest or make saving plans.
0 komentar:
Posting Komentar